INDRAMAYU, lognews.co.id – Dinas Kesehatan Kabupaten Indramayu mulai memperkuat pemantauan terhadap potensi kasus luka tusuk jarum yang tidak diketahui asal-usulnya pada anak-anak. Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk kewaspadaan menyusul maraknya pemberitaan mengenai mainan squishy yang dilengkapi jarum suntik di sejumlah daerah.
Hal tersebut disampaikan Retno Sulastri, S.K.M., M.H.Kes., Sanitarian Madya sekaligus Ketua Tim Kerja Kesehatan Lingkungan dan Kesehatan Kerja dan Olahraga Dinas Kesehatan Kabupaten Indramayu, dalam talkshow bertajuk Generasi Pelanjut dalam Bayang-Bayang Bahaya: Kasus Squishy Suntik di Radio Prima 95,8 FM Indramayu, Selasa (3/11/2026).
Kegiatan yang berlangsung pukul 10.00-11.00 WIB melalui program Konferensi PERS (Prima Edukasi Ruang Siaran) tersebut membahas langkah antisipasi pemerintah daerah terhadap potensi bahaya mainan squishy suntik bagi anak-anak.
Retno menjelaskan, Dinas Kesehatan telah memonitor perkembangan kasus di luar daerah, meskipun hingga saat ini belum menerima laporan kejadian serupa di Kabupaten Indramayu.
Salah satu langkah yang dilakukan adalah memperkuat surveilans dengan melibatkan petugas sanitarian di seluruh puskesmas. Petugas diminta segera melaporkan apabila menemukan anak yang datang dengan kondisi luka tusuk jarum tanpa asal-usul yang jelas.
"Kami sudah menginstruksikan kepada semua puskesmas, khususnya teman-teman sanitarian yang ada di puskesmas, untuk melapor jika ada anak yang datang dengan luka tusuk jarum yang tidak jelas asalnya," ungkap Retno.
Ia menegaskan, pemantauan tersebut menjadi bagian penting untuk mendeteksi kemungkinan kasus sejak dini sekaligus memastikan penyebab luka yang dialami anak.
Menurutnya, kewaspadaan perlu dilakukan meskipun belum ditemukan laporan kasus di Indramayu. Sebab, penggunaan jarum yang tidak steril dapat membuka risiko masuknya bakteri maupun virus ke dalam tubuh melalui luka tusukan.
Talkshow tersebut dipandu Dynasti, S.I.Kom., selaku tuan rumah program Konferensi PERS, dengan menghadirkan pula AKP Boby Bimantara, S.Tr.K., S.I.K., M.H., dan Iptu Yoga Nanda Pratama, S.Tr.K., M.Si., dari Polres Indramayu.
Melalui penguatan Surveillance dan keterlibatan puskesmas, Dinas Kesehatan berharap potensi kasus dapat terdeteksi lebih cepat sehingga penanganan terhadap anak dapat dilakukan sesuai kebutuhan medis. (Saheel untuk Indonesia)



