INDRAMAYU, lognews.co.id – Polres Indramayu berencana memasukkan edukasi mengenai bahaya mainan squishy suntik dalam kegiatan sosialisasi dan pembinaan di lingkungan sekolah. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pencegahan agar anak-anak tidak terpapar risiko penggunaan jarum suntik yang tidak sesuai peruntukannya.
Rencana tersebut disampaikan Kasat Resnarkoba Polres Indramayu, AKP Boby Bimantara, S.Tr.K., S.I.K., M.H., dalam talkshow Konferensi PERS (Prima Edukasi Ruang Siaran) di Radio Prima 95,8 FM Indramayu, Selasa (3/11/2026).
Dalam dialog bertema Generasi Pelanjut dalam Bayang-Bayang Bahaya: Kasus Squishy Suntik yang berlangsung pukul 10.00-11.00 WIB, Boby menjelaskan bahwa kepolisian akan memanfaatkan kegiatan pembinaan di sekolah untuk memberikan pemahaman kepada pelajar mengenai risiko mainan tersebut.
Salah satu langkah yang dapat dilakukan adalah melalui kegiatan kepolisian ketika menjadi pembina upacara bendera di sekolah.
"Mungkin yang konkretnya itu ketika kita dari Polres Indramayu, bukan hanya saat narkoba mengambil arahan atau sebagai pembina upacara, akan menyampaikan hal-hal terkait squishy jelly ini, berbahayanya squishy jelly ini," jelas Boby.
Menurutnya, edukasi tersebut tidak hanya ditujukan kepada pelajar, tetapi juga perlu melibatkan guru dan orang tua. Sebab, pengawasan terhadap permainan anak membutuhkan keterlibatan berbagai pihak.
Boby juga menjelaskan bahwa Polres Indramayu akan berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan instansi terkait untuk melakukan sosialisasi, pendataan, serta pengecekan terhadap kemungkinan peredaran mainan tersebut.
Hingga talkshow berlangsung, pihaknya menyatakan belum menerima laporan mengenai temuan maupun korban yang berkaitan dengan squishy suntik di Kabupaten Indramayu.
Namun, kepolisian tetap menyiapkan langkah antisipasi agar fenomena yang telah menjadi perhatian nasional tersebut tidak berkembang di wilayah Indramayu.
Talkshow dipandu Dynasti, S.I.Kom., dengan menghadirkan Iptu Yoga Nanda Pratama, S.Tr.K., M.Si., selaku Kanit Tipidter Satreskrim Polres Indramayu.
Melalui kegiatan ini, kepolisian berharap sekolah dapat menjadi salah satu ruang penting dalam membangun kesadaran anak mengenai bahaya penggunaan jarum suntik di luar kepentingan medis. (Saheel untuk Indonesia)



