INDRAMAYU, Lognews.co.id - Semburan gas terjadi di sumur BDA-06 milik PT Pertamina yang berada di Desa Pagedangan, Kecamatan Tukdana, Kabupaten Indramayu, Rabu (30/9/2026) sekitar pukul 11.15 WIB.
Peristiwa tersebut terjadi saat pihak PT Pertamina tengah melakukan kegiatan servicing atau penanganan terhadap sumur BDA-06.
Berdasarkan laporan Satpol PP dan Damkar Kabupaten Indramayu, petugas bersama unsur pemerintah kecamatan, pemerintah desa, TNI, serta pihak keamanan Pertamina langsung melakukan pemantauan dan pengamanan di sekitar lokasi.
Camat Tukdana, Hega Sugoro, mengatakan, kejadian tersebut bermula ketika kegiatan servicing sumur sedang berlangsung. Pihak Pertamina kemudian melakukan penanganan terhadap adanya kebocoran gas.
"Iya, itu kan sedang ada servisnya. Ada aduan di situ, sekitar pukul 11.15 WIB ada kebocoran," ujar Hega dalam wawancara melalui sambungan telepon.
Menurut Hega, kondisi semburan gas saat ini berangsur membaik seiring proses penanganan yang dilakukan pihak Pertamina.
"Berangsur-angsur pulih sebenarnya. Perbaikannya sudah berjalan," katanya.
Namun, sebagai langkah antisipasi, pihak Pertamina sebelumnya menginformasikan perlunya evakuasi terhadap warga yang berada di sekitar lokasi sumur.
Hega menyebut, berdasarkan radius pengamanan sekitar 100 meter dari lokasi, terdapat sekitar 16 hingga 18 rumah yang masuk dalam wilayah yang perlu mendapatkan perhatian untuk evakuasi.
"Gasnya kan radius 100 meter. Sebenarnya yang harus dievakuasi ada sekitar 16 atau 18 rumah," jelasnya.
Dalam perkembangannya, warga yang terdampak berada di tiga RT, yakni RT 01, RT 02, dan RT 07. Pemerintah desa kemudian melakukan musyawarah bersama warga untuk menentukan lokasi evakuasi sementara.
"Hari ini sudah musyawarah. Semua yang terdampak di tiga RT itu dievakuasi di Balai Administrasi, di Masjid Jami Desa Pagedangan," kata Hega.
Menurut dia, lokasi tersebut dipilih karena memiliki fasilitas yang dapat menunjang kebutuhan warga selama proses evakuasi, termasuk ketersediaan air.
Hega menambahkan, evakuasi tersebut bersifat sementara dan warga dapat kembali ke rumah masing-masing setelah pihak Pertamina menyatakan kondisi telah aman.
"Besok juga kalau selesai, ya sudah. Ini sudah hampir selesai sebenarnya," ujarnya.
Ia mengatakan, berdasarkan laporan petugas di lapangan, kondisi di sekitar lokasi semburan juga mulai membaik dan proses perbaikan masih terus dilakukan.
"Untuk pengamanan sebenarnya hanya 18 rumah yang dekat dengan itu harus dievakuasi. Cuma semuanya ingin evakuasi, ya sudah tidak apa-apa. Akhirnya pihak desa menyediakan tempat di masjid," ungkapnya.
Sementara itu, unsur terkait yang berada di lokasi antara lain Camat Tukdana Hega Sugoro, Kasi Trantib Kecamatan Tukdana beserta anggota Satpol PP, pihak keamanan PT Pertamina, Banlok PT Pertamina, Bhabinsa, serta Pemerintah Desa Pagedangan.
Petugas juga telah melakukan sejumlah langkah, mulai dari melaporkan kejadian kepada komando atas, memantau situasi, mengimbau masyarakat menjauh dari lokasi semburan, mengamankan area sekitar kejadian, hingga berkoordinasi dengan PT Pertamina dalam proses penanganan.
Hingga laporan ini dibuat, situasi di sekitar lokasi terpantau tertib, lancar, dan aman. Tidak ditemukan adanya korban jiwa maupun korban luka akibat kejadian tersebut.
Pihak PT Pertamina masih melakukan penanganan terhadap sumur BDA-06. Perkembangan kondisi semburan masih akan terus dipantau hingga proses penanganan dinyatakan selesai dan lokasi dipastikan aman bagi masyarakat. (Saheel untuk Indonesia)



