Sunday, 06 September 2026

Babinsa dan Warga Bergerak Cepat, Kebakaran Lahan Dekat Tol Cipali Berhasil Dipadamkan

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive
 

Indramayu, lognews.co.id – Kebakaran lahan kehutanan milik Perum Perhutani terjadi di Blok Citayeum, Desa Cikawung, Kecamatan Terisi, Kabupaten Indramayu, Minggu (6/9/2026). Kebakaran yang terjadi di sekitar jalur Tol Cipali KM 139 tersebut menghanguskan lahan seluas kurang lebih 1,6 hektare.

Kobaran api pertama kali diketahui sekitar pukul 13.30 WIB oleh Pepen (32), pegawai Perum Perhutani. Saat berada di sekitar jembatan flyover KM 139, saksi melihat api membakar semak dan merembet hingga mendekati tepi jalan Tol Cipali.

Tiupan angin yang cukup kencang membuat api semakin membesar. Kepulan asap bahkan terlihat masuk ke jalur Tol Cipali sehingga berpotensi mengganggu jarak pandang dan membahayakan keselamatan para pengguna jalan.

Melihat kondisi tersebut, saksi segera menghubungi Babinsa dan petugas pengamanan jalan Tol Cipali. Respons cepat pun dilakukan.

Sekitar pukul 13.40 WIB, Danramil 1613/Terisi Kapten Inf Asep Mulyana bersama anggota Babinsa tiba di lokasi dan langsung berkoordinasi dengan petugas Perum Perhutani serta petugas Tol Cipali. Pemadaman awal dilakukan menggunakan peralatan yang tersedia di lapangan untuk mencegah api semakin meluas.

Upaya pemadaman kemudian diperkuat dengan kedatangan mobil pemadam kebakaran dari Jasamarga Kertajati sekitar pukul 14.30 WIB. Berkat kerja sama dan respons cepat seluruh unsur yang terlibat, api akhirnya berhasil dipadamkan sekitar pukul 15.17 WIB.

Tidak ada korban jiwa maupun kerugian materiel lainnya dalam kejadian tersebut. Namun, sekitar 1,6 hektare lahan kawasan Perum Perhutani terbakar. Penyebab pasti kebakaran hingga saat ini belum diketahui.

Danramil 1613/Terisi Kapten Inf Asep Mulyana menegaskan pentingnya kewaspadaan seluruh pihak, terutama pada musim kemarau, terhadap potensi kebakaran lahan.

“Kami mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembakaran rumput atau sisa tanaman untuk membersihkan lahan, terlebih saat kondisi kemarau dan angin cukup kencang. Api yang awalnya kecil dapat dengan cepat membesar dan merembet ke area lain, apalagi lokasi ini berdekatan dengan jalur Tol Cipali yang menyangkut keselamatan banyak pengguna jalan,” ujar Kapten Inf Asep Mulyana.

Ia menambahkan, penanganan kebakaran harus dilakukan secara cepat dan bersama-sama agar api tidak meluas serta tidak menimbulkan dampak yang lebih besar.

“Kami bersama Babinsa, Perum Perhutani dan petugas Tol Cipali akan terus berkoordinasi dalam mengantisipasi kejadian serupa. Kami berharap masyarakat ikut berperan aktif dengan tidak membakar lahan sembarangan dan segera melaporkan apabila melihat titik api,” tegasnya.

Dalam penanganan kejadian tersebut hadir Danramil 1613/Terisi Kapten Inf Asep Mulyana, Asper Cikawung beserta empat anggota Polhut, serta dua Babinsa Koramil 1613/Terisi.

Kejadian ini menjadi pengingat bahwa pencegahan kebakaran lahan merupakan tanggung jawab bersama. Terlebih di tengah kondisi musim kemarau, kesadaran masyarakat untuk tidak menggunakan api sebagai cara membersihkan lahan sangat diperlukan guna mencegah kebakaran meluas dan membahayakan lingkungan maupun keselamatan masyarakat. (Saheel untuk Indonesia)