Saturday, 29 August 2026

Al-Zaytun Dukung Pendidikan dan Kemandirian Ekonomi Melalui Penanaman Durian Kadu Hideng

User Rating: 3 / 5

Star ActiveStar ActiveStar ActiveStar InactiveStar Inactive
 

INDRAMAYU, lognews.co.id – Upaya pengembangan kawasan produktif di lingkungan Ma'had Al-Zaytun terus dilakukan melalui penanaman pohon Kadu Hideng atau yang dikenal secara internasional sebagai Black Thorn Durian. Program tersebut diproyeksikan menjadi bagian dari dukungan terhadap pengembangan pendidikan sekaligus kemandirian ekonomi di masa depan.

Hal tersebut disampaikan oleh Muhtar Fatwa, petugas Pengawas Durian Duri Hitam (Kadu Hideng), saat memberikan penjelasan mengenai perkembangan program penanaman yang saat ini tengah berlangsung di sejumlah lahan Al-Zaytun.

Menurut Muhtar, pohon Kadu Hideng yang ditanam saat ini diproyeksikan mulai memberikan hasil dalam kurun waktu tiga hingga lima tahun mendatang. Penanaman tersebut tidak hanya bertujuan menghasilkan komoditas pertanian bernilai tinggi, tetapi juga menjadi bagian dari dukungan terhadap konsep pembangunan pendidikan yang selama ini dikembangkan Al-Zaytun.

Mendukung Pengembangan Pendidikan Nasional

Muhtar menjelaskan bahwa program penanaman Kadu Hideng memiliki keterkaitan dengan gagasan besar yang selama ini disampaikan Syaykh Al-Zaytun, Syaykh Abdussalam Rasyidi Panji Gumilang, mengenai pengembangan pusat-pusat pendidikan di berbagai daerah Indonesia.

Menurutnya, hasil yang diperoleh dari pengembangan komoditas tersebut diharapkan dapat menjadi salah satu penopang keberlanjutan pembangunan pendidikan di masa mendatang.

"Penanaman Kadu Hideng ini diproyeksikan untuk menunjang pendidikan, khususnya yang ditanam di sekitar kawasan Ma'had Al-Zaytun. Ini juga berkaitan dengan gagasan pembangunan pusat-pusat pendidikan yang akan berkembang di berbagai kota dan kabupaten di Indonesia," ujarnya.

Komoditas Bernilai Tinggi di Masa Depan

Muhtar menilai Kadu Hideng memiliki prospek ekonomi yang sangat menjanjikan. Durian jenis ini dikenal sebagai salah satu varietas premium yang memiliki nilai jual tinggi di pasar internasional.

Menurutnya, sejumlah negara, termasuk Tiongkok, saat ini mulai mengembangkan berbagai proyek yang berkaitan dengan komoditas tersebut karena tingginya permintaan pasar.

"Kedepannya komoditas Kadu Hideng ini akan sangat berharga. Saat ini berbagai negara sudah mulai mengembangkan budidayanya karena memiliki nilai ekonomi yang tinggi," katanya.

Ia menambahkan, Al-Zaytun saat ini telah menanam lebih dari 5.000 pohon Kadu Hideng yang tersebar di beberapa kawasan pengembangan pertanian.

Ribuan Pohon Telah Ditanam dan Dirawat

Saat ini, penanaman dan perawatan Kadu Hideng dilakukan secara bertahap di sejumlah lahan produktif Al-Zaytun. Lokasi yang telah menjadi bagian dari program tersebut antara lain kawasan Basis 1, Basis 2, Bali Songo, Andalusia, hingga lahan di kawasan Jalan Jamas.

Menurut Muhtar, selain penanaman, tim lapangan juga terus melakukan berbagai langkah pemeliharaan agar pertumbuhan tanaman berlangsung optimal.

"Kegiatan yang kami lakukan meliputi pemupukan, pembersihan gulma, serta penyulaman atau penggantian pohon yang pertumbuhannya kurang baik maupun yang mati," jelasnya.

Upaya tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh tanaman dapat tumbuh dengan baik sehingga mampu memberikan hasil maksimal pada masa produktifnya nanti.

Pertanian Produktif untuk Kemandirian Ekonomi

Program pengembangan Kadu Hideng menjadi salah satu contoh penerapan konsep pendidikan terintegrasi yang dikembangkan Al-Zaytun. Selain menjadi sarana pembelajaran, kawasan pertanian produktif juga diarahkan untuk membangun kemandirian ekonomi berbasis sumber daya alam yang berkelanjutan.

Melalui pengelolaan pertanian yang terencana, Al-Zaytun berupaya menciptakan model pendidikan yang tidak hanya menghasilkan sumber daya manusia berkualitas, tetapi juga mampu membangun kemandirian ekonomi dan ketahanan pangan di masa depan.

Dengan ribuan pohon yang telah ditanam dan terus dirawat, Kadu Hideng diharapkan menjadi salah satu aset strategis yang memberikan manfaat ekonomi, pendidikan, dan sosial bagi masyarakat luas pada tahun-tahun mendatang. (Sahil untuk Indonesia)