Friday, 06 February 2026

Pemprov DKI Jakarta Gas Penataan Kota, Bongkar Tiang Monorel Mangkrak Di Rasuna Said

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive
 

lognews.co.id, JakartaPemerintah Provinsi DKI Jakarta memulai pembongkaran tiang-tiang monorel mangkrak di sepanjang Jalan HR Rasuna Said sebagai bagian dari kebijakan penataan kota dan peningkatan kualitas ruang publik di kawasan pusat bisnis Jakarta. Kebijakan ini diambil untuk menghilangkan infrastruktur terbengkalai yang selama lebih dari dua dekade dinilai mengganggu estetika kota dan keselamatan pengguna jalan. (14/1/26)

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan pembongkaran tiang monorel merupakan langkah realistis dan strategis dalam rangka menciptakan wajah kota yang lebih tertata, aman, dan ramah bagi masyarakat. Proses pembongkaran dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kelancaran arus lalu lintas di salah satu koridor tersibuk di ibu kota.

Kebijakan pembongkaran ini merupakan hasil evaluasi panjang Pemprov DKI terhadap proyek monorel yang tidak berlanjut akibat kendala pendanaan dan investasi sejak awal 2000-an. Tiang monorel yang tidak difungsikan dinilai tidak lagi memiliki nilai manfaat publik dan justru menjadi beban visual serta struktural bagi kota.

Dalam pelaksanaannya, Pemprov DKI Jakarta mengalokasikan anggaran khusus untuk pembongkaran dan penataan ulang kawasan Rasuna Said. Penataan tersebut mencakup perbaikan badan jalan, trotoar, sistem drainase, fasilitas pejalan kaki, serta pengembangan ruang terbuka hijau sebagai bagian dari konsep complete street yang mengedepankan keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan.

Selain memperbaiki estetika kota, kebijakan ini juga diarahkan untuk mendukung peningkatan mobilitas perkotaan dan pengurangan potensi kemacetan. Pembongkaran tiang monorel diharapkan membuka ruang pandang jalan, meningkatkan kapasitas visual pengendara, serta memperbaiki kualitas lingkungan perkotaan secara keseluruhan.

Pemprov DKI Jakarta menegaskan bahwa langkah penataan kota tidak berhenti di Rasuna Said. Evaluasi terhadap infrastruktur mangkrak di wilayah lain akan terus dilakukan untuk memastikan pembangunan kota berjalan konsisten, berorientasi pada kepentingan publik, dan mendukung Jakarta sebagai kota global yang tertata dan berkelanjutan. (Amri-untuk Indonesia)