lognews.co.id, Jakarta - Mantan Perdana Menteri Israel, Ehud Olmert, menilai negaranya sedang terancam perang saudara akibat pemerintah menghilangkan dasar-dasar demokrasi, setelah parlemen Israel Loloskan RUU yang Batasi Kekuasaan/kewenangan MA.
"Ini merupakan ancaman serius Kami masuk ke dalam perang saudara sekarang," ujar Olmert, seperti dikutip The Times of Israel, Selasa (25/7).
Olmert mengatakan Israel bakal didera pembangkangan rakyat yang bisa berdampak pada stabilitas negara hingga kemampuan pemerintah untuk bekerja.
"Pemerintah memutuskan untuk, dan ini bukan sesuatu yang dapat diterima atau ditoleransi," tutur Olmert.
Isu perang saudara memang sudah merebak sejak pemerintah Israel mengajukan program reformasi sistem peradilan melalui satu paket rancangan undang-undang.
Warga Israel turun memadati pusat pemerintahan dan jalan utama mengganggu aktivitas ekonomi kota Tel Aviv, dengan membawa bendera Israel dan banyak dari pedemo yang diamankan akibat bentrok dengan polisi. (Amr-untuk Indonesia)


