lognews.co.id — Meta dilaporkan memperluas kapasitas pusat data dengan membeli jutaan chip terbaru dari Nvidia guna mendukung pengembangan dan operasional kecerdasan buatan berskala besar. Langkah ini mempertegas agresivitas investasi Meta dalam infrastruktur komputasi AI.
Dalam kerja sama tersebut, Meta akan menggunakan kombinasi CPU Nvidia Grace dan Vera serta GPU generasi Blackwell dan Rubin. Nvidia menyebut implementasi Grace-only dalam skala besar ini menjadi yang pertama dan diklaim meningkatkan efisiensi performa per watt di pusat data Meta.
Ekspansi ini bertujuan memperkuat kapasitas pelatihan model AI dan menjalankan layanan berbasis AI yang semakin kompleks, termasuk model bahasa besar dan sistem rekomendasi. Kebutuhan komputasi tinggi menjadi faktor utama di balik pembelian dalam jumlah besar tersebut.
Di sisi lain, Meta juga mengembangkan chip AI internal untuk mengurangi ketergantungan terhadap Nvidia. Namun, sejumlah laporan menyebut strategi pengembangan chip mandiri tersebut masih menghadapi tantangan teknis dan penundaan implementasi.
Persaingan industri chip AI turut melibatkan pemain lain seperti AMD serta pengembangan solusi internal oleh perusahaan teknologi besar. Meski demikian, Nvidia masih memegang posisi dominan dalam penyediaan GPU untuk pelatihan model AI skala raksasa.
Nilai transaksi antara Meta dan Nvidia tidak dipublikasikan. Namun belanja infrastruktur AI perusahaan teknologi global tahun ini diperkirakan mencapai angka sangat besar, mencerminkan perlombaan membangun fondasi komputasi untuk era kecerdasan buatan generatif. (Amri-untuk Indonesia)


