INDRAMAYU, Lognews.co.id - Pelajar Ma'had Al-Zaytun secara rutin mengikuti kegiatan binaya yang dilaksanakan setiap selesai salat Maghrib hingga menjelang salat Isya sebagai bagian dari pembinaan keagamaan dan penguatan karakter. Kegiatan tersebut menjadi wadah bagi para pelajar untuk meningkatkan kemampuan membaca, memahami, dan menghafal Al Quran.
Menteri Peribadatan Ma'had Al-Zaytun, Dinda Meisya Nurcalisia, mengatakan dirinya bertugas mengontrol jalannya kegiatan binayah agar berlangsung tertib dan sesuai dengan tujuan pembelajaran.
Pembinaan Bacaan dan Hafalan Al Quran
Dinda menjelaskan bahwa kegiatan binayah difokuskan pada tahfiz dan tahsin Al Quran. Dalam pelaksanaannya, para pelajar dibimbing untuk memperbaiki kualitas bacaan melalui penerapan tartil, makharijul huruf, serta kaidah tajwid. Selain itu, mereka juga menghafalkan surat-surat yang telah ditentukan sebagai bagian dari target pembelajaran.
"Sebagai Menteri Peribadatan, saya mengontrol kegiatan binaya yang selalu berjalan setiap ba'da Maghrib hingga ba'da Isya," ujar Dinda.
Menurutnya, pembinaan yang dilakukan setiap malam bertujuan agar para pelajar tidak hanya mampu membaca Al Quran dengan baik, tetapi juga memahami tata cara membaca yang benar sesuai ilmu tajwid.
Wujud Pengamalan Sabta Janji
Dinda menuturkan bahwa kegiatan binaya memiliki keterkaitan dengan Sabta Janji Ma'had Al-Zaytun, khususnya pada butir ketujuh yang berbunyi, "Saya akan pantang menyerah dalam belajar, berbakti, dan mewariskan nilai."
Sebagai pelajar kelas XII, ia mengaku mengamalkan nilai tersebut dengan membantu para guru mengorganisasi jalannya kegiatan binaya setiap malam.
"Sebagai kelas XII, saya berbakti dan membaktikan diri untuk membantu guru-guru mengorganisir kegiatan binaya pada malam hari ini dan hari-hari selanjutnya," katanya.
Mendukung Penguasaan Al Quran Secara Mendalam
Selain selaras dengan Sabta Janji, Dinda menyebut kegiatan binaya juga mendukung pelaksanaan Tahziz nomor satu, yaitu menguasai Al Quran secara mendalam. Menurutnya, pembiasaan belajar pada malam hari memberikan kesempatan bagi para pelajar untuk terus meningkatkan kualitas bacaan, memperkuat hafalan Juz 30, serta memperdalam pemahaman ilmu tajwid.
Ia menilai kebiasaan tersebut menjadi salah satu ciri pembinaan di Ma'had Al-Zaytun.
"Ketika pelajar-pelajar di luar sana bermain gadget ataupun berada di luar rumah, pelajar Ma'had Al-Zaytun belajar untuk menguasai Al Quran secara mendalam, yaitu dengan memperbaiki bacaan Al Quran, menghafal Juz 30, dan mempelajari tajwid ketika membaca Al Quran," ungkapnya.
Melalui kegiatan binaya yang dilaksanakan secara konsisten setiap malam, Ma'had Al-Zaytun berupaya membentuk generasi yang memiliki kemampuan membaca dan menghafal Al Quran dengan baik, sekaligus menanamkan nilai pengabdian, kedisiplinan, dan semangat belajar kepada setiap pelajarnya. (Sahil Untuk Indonesia)



