الجمعة، 28 آب/أغسطس 2026

Al-Zaytun dan Upaya menyiapkan manusia masa depan

تقييم المستخدم: 5 / 5

تفعيل النجومتفعيل النجومتفعيل النجومتفعيل النجومتفعيل النجوم
 

"Wahai orang-orang yang beriman! Apabila telah diseru untuk melaksanakan shalat pada hari Jum'at, maka segeralah kamu mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui." (QS. Al-Jumu'ah: 9)

lognews.co.id - Ada yang istimewa dari suasana Jum'at di Ma'had Al Zaytun. Bila di banyak tempat hari Jum'at baru dimulai ketika adzan berkumandang menjelang pelaksanaan shalat Jum'at, maka di Al Zaytun ruh Jum'at telah disemai sejak _ghurubus syams_ pada Kamis malam. Seolah mengajarkan bahwa membangun peradaban tidak lahir dari sesuatu yang serba mendadak, melainkan dari proses pembiasaan yang terencana, berkesinambungan, dan penuh kesadaran.

Pada Kamis malam, 11 Juni 2026, Masjid Rahmatan Lil 'Alamin kembali menjadi pusat denyut spiritual warga Al Zaytun. Rangkaian Yaumul Jumu'ah diawali dengan shalat Maghrib berjamaah. Setelah itu dilanjutkan dengan khataman Al-Qur'an yang dilantunkan secara khusyuk oleh para pelajar. Ayat demi ayat dibaca bukan sekadar untuk ditamatkan, melainkan untuk dihayati sebagai petunjuk kehidupan. Suasana kemudian dilanjutkan dengan dzikir Asmaul Husna dan Asmaun Nabi, menghadirkan kesadaran akan kebesaran Allah sekaligus keteladanan Rasulullah SAW. Seluruh rangkaian malam itu ditutup dengan pelaksanaan shalat Isya berjamaah.

Yang menarik, kegiatan ini dilaksanakan secara bergilir berdasarkan jenjang pelajar. Pekan ini melibatkan pelajar kelas XI, pekan berikutnya kelas X, kemudian kelas IX, dan seterusnya. Sistem ini tidak hanya mendidik keterlibatan kolektif, tetapi juga menumbuhkan rasa memiliki terhadap tradisi keilmuan dan spiritualitas pendidikan berasrama. Setiap pelajar memperoleh kesempatan yang sama untuk menjadi bagian dari denyut ibadah bersama.

Rangkaian Yaumul Jumu'ah berlanjut pada Jumat pagi melalui kegiatan Qobliyah Jum'at. Seluruh guru, eksponen Yayasan Pesantren Indonesia (YPI), dosen dan tenaga kependidikan IAI Al-AZIS, karyawan YPI, serta perwakilan pelajar berkumpul untuk mendapatkan tausyiah dan arahan dari Syaykh Al Zaytun. Forum ini menjadi ruang penyegaran visi, penguatan nilai, sekaligus penyatuan langkah seluruh unsur pendidikan dalam menjalankan amanah mencerdaskan kehidupan bangsa.

Puncaknya adalah pelaksanaan shalat Jum'at berjamaah di Masjid Rahmatan Lil 'Alamin. Semua hadir dalam satu saf persaudaraan: guru, pelajar, pimpinan, dosen, karyawan, dan civitas akademika Al Zaytun. Tidak ada sekat status sosial. Yang ada hanyalah kesadaran bahwa di hadapan Allah SWT, kemuliaan manusia ditentukan oleh ketakwaannya.

Lebih jauh, Yaumul Jumu'ah di Al Zaytun sesungguhnya merupakan implementasi nyata dari paradigma pendidikan kontemporer yang menekankan dua hal sekaligus: menanam kesadaran dan menumbuhkan kemanusiaan. Kesadaran yang ditanam bukan hanya kesadaran ritual, tetapi utamanya kesadaran filosofis, ekologis, dan sosial. Pelajar diajak memahami mengapa mereka beribadah, bagaimana ibadah membentuk cara berpikir, serta untuk apa ilmu dan iman itu digunakan dalam kehidupan bermasyarakat.

Dari kesadaran itulah tumbuh kemanusiaan. Khataman Al-Qur'an melatih kedekatan dengan wahyu. Dzikir menumbuhkan ketenangan batin. Tausyiah membangun keluasan pandangan. Shalat berjamaah mengajarkan kesetaraan, disiplin, kepemimpinan, dan kepedulian terhadap sesama. Semua berpadu membentuk manusia yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga sehat secara spiritual dan matang secara sosial.

Di tengah zaman yang sering melahirkan generasi yang cepat secara teknologi tetapi rapuh secara batin, Al Zaytun berupaya menghadirkan keseimbangan. Pendidikan bukan sekadar memindahkan pengetahuan dari kepala guru ke kepala murid. Pendidikan adalah proses memanusiakan manusia; membentuk pribadi yang sadar akan Tuhannya, menghargai sesamanya, mencintai lingkungannya, serta bertanggung jawab terhadap masa depan bangsanya.

Maka, Yaumul Jumu'ah bukanlah sekadar agenda rutin mingguan. Ia adalah latihan peradaban. Sebuah ikhtiar kolektif untuk menghadirkan manusia Indonesia yang sehat, cerdas, dan manusiawi. Dari Masjid Rahmatan Lil 'Alamin, nilai-nilai itu ditanamkan sedikit demi sedikit, agar kelak tumbuh menjadi pohon kebaikan yang akarnya menghunjam kuat, batangnya menjulang kokoh, dan buahnya memberi manfaat bagi sebanyak-banyaknya manusia.

Semoga tradisi mulia ini senantiasa menjadi sumber keberkahan bagi Ma'had Al Zaytun, menguatkan karakter seluruh warganya, serta menjadi inspirasi bahwa pendidikan terbaik adalah pendidikan yang mampu menanam kesadaran dan menumbuhkan kemanusiaan. Karena sesungguhnya, membangun peradaban besar selalu dimulai dari hati yang terhubung kepada Allah dan jiwa yang terpanggil untuk menghadirkan rahmat bagi semesta alam.

Oleh: Mochamad Iqbal Aulia, S.Sos.