السبت، 29 آب/أغسطس 2026

Dedi Mulyadi Ajak Sekolah Swasta Perluas Akses Pendidikan bagi Siswa Kurang Mampu

تعطيل النجومتعطيل النجومتعطيل النجومتعطيل النجومتعطيل النجوم
 

lognews.co.id – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengajak sekolah swasta untuk turut berpartisipasi dalam memberikan akses pendidikan kepada siswa dari keluarga ekonomi menengah ke bawah yang belum diterima di sekolah negeri pada tahun ajaran 2026/2027.

Menurut Dedi, kolaborasi antara Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan sekolah swasta menjadi salah satu langkah penting untuk memastikan seluruh lulusan SMP tetap dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang SMA maupun SMK.

Kolaborasi Pemerintah dan Sekolah Swasta

Pemerintah Provinsi Jawa Barat saat ini tengah menyiapkan skema kerja sama dengan sekolah swasta guna mengakomodasi siswa yang tidak tertampung di sekolah negeri. Sebagai bentuk dukungan, Pemprov Jabar berencana memberikan bantuan biaya pendidikan sebesar Rp2,7 juta per siswa pada tahun pertama.

Dedi berharap pihak yayasan dan pengelola sekolah swasta dapat menerima skema kerja sama tersebut demi kepentingan pendidikan masyarakat.

"Jangan sampai gubernur dibikin dilema. Satu sisi menambah rombel di sekolah negeri tidak boleh, tetapi di sisi lain, sekolah swasta ditawari kerja sama dengan anggaran sekian tidak mau," ujar KDM, sapaan akrab Dedi Mulyadi, Jumat (19/6/2026).

Menjamin Keberlanjutan Pendidikan

Dedi menilai peran sekolah swasta sangat penting dalam mendukung pemerataan pendidikan di Jawa Barat. Tanpa keterlibatan sekolah swasta, siswa dari keluarga kurang mampu yang tidak lolos seleksi sekolah negeri berpotensi kehilangan kesempatan untuk melanjutkan pendidikan.

Sebagai gubernur, ia menegaskan komitmennya agar kondisi tersebut tidak terjadi. Menurutnya, setiap anak berhak mendapatkan kesempatan yang sama untuk memperoleh pendidikan yang layak, terlepas dari latar belakang ekonomi keluarganya.

Kesempatan yang Sama bagi Semua Siswa

Dedi juga menyoroti pentingnya kesetaraan akses pendidikan antara siswa dari keluarga mampu dan kurang mampu. Ia menyebutkan bahwa sebagian siswa dari keluarga berkecukupan telah memilih untuk bersekolah di sekolah swasta pada tahun ajaran 2026/2027.

Sementara itu, sejumlah siswa lainnya yang telah terpetakan dalam Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 akan melanjutkan pendidikan di sekolah negeri sesuai dengan daya tampung yang tersedia.

Melalui kerja sama yang erat antara pemerintah dan sekolah swasta, Dedi berharap seluruh anak di Jawa Barat tetap dapat melanjutkan pendidikan dan meraih masa depan yang lebih baik tanpa terkendala keterbatasan ekonomi maupun daya tampung sekolah negeri. (Sahil untuk Indonesia)