الجمعة، 28 آب/أغسطس 2026

Pdt. Dr. Amir Aritonang: Al-Zaytun dan Pendidikan Berkualitas Kunci Melahirkan Generasi Unggul Indonesia

تقييم المستخدم: 5 / 5

تفعيل النجومتفعيل النجومتفعيل النجومتفعيل النجومتفعيل النجوم
 

INDRAMAYU, lognews.co.id – Tokoh agama sekaligus akademisi, Pdt. Dr. Amir Aritonang, M.Th., menilai pendidikan yang berkualitas merupakan fondasi utama dalam membangun generasi Indonesia yang unggul, mandiri, dan mampu menghadapi berbagai tantangan global di masa depan.

Pandangan tersebut disampaikannya saat menghadiri Peringatan 1 Muharam 1448 Hijriah dan Forum Kebangsaan Ma'had Al-Zaytun yang berlangsung di Indramayu, Selasa (16/6/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Pdt. Amir memberikan apresiasi terhadap berbagai gagasan pendidikan yang berkembang di Al-Zaytun, termasuk inisiatif pembangunan 500 pusat pendidikan nasional yang digagas Syaykh Panji Gumilang bersama para akademisi dan guru besar.

Generasi Unggul Lebih Terukur daripada Istilah Generasi Emas

Pdt. Amir menyoroti penggunaan istilah "Generasi Indonesia Emas" yang selama ini sering digunakan dalam berbagai program pembangunan nasional.

Menurutnya, istilah tersebut masih bersifat abstrak dan tidak selalu mudah dipahami oleh masyarakat, khususnya generasi muda. Ia lebih memilih menggunakan konsep "generasi unggul dan sukses" karena memiliki indikator yang lebih jelas dan terukur.

Menurutnya, manusia unggul dapat dilihat dari prestasi akademik, keterampilan, karakter, integritas, serta kontribusinya bagi masyarakat. Sementara kesuksesan dapat diukur melalui capaian nyata seseorang dalam berbagai bidang kehidupan, baik sebagai pemimpin, akademisi, pengusaha, profesional, maupun pelaku pembangunan lainnya.

Karena itu, ia menegaskan bahwa pembangunan sumber daya manusia harus diarahkan pada pembentukan generasi unggul yang memiliki kemampuan dan karakter yang kuat.

Dukung Gagasan 500 Pusat Pendidikan Nasional

Pdt. Amir juga menyampaikan dukungannya terhadap gagasan pembangunan 500 pusat pendidikan yang diperkenalkan dalam Gerakan Indonesia Raya Abadi.

Menurutnya, gagasan tersebut memiliki landasan yang kuat karena lahir dari pengalaman nyata dan praktik pendidikan yang telah diterapkan di Al-Zaytun selama bertahun-tahun.

Ia menilai Al-Zaytun telah menunjukkan bahwa pendidikan terpadu, berasrama, dan berbasis karakter mampu menghasilkan lingkungan pendidikan yang efektif dalam membentuk sumber daya manusia yang berkualitas.

Karena itu, Al-Zaytun dinilai layak menjadi salah satu model atau proyek percontohan dalam pengembangan pendidikan nasional.

Menurutnya, apabila gagasan tersebut memperoleh dukungan dari pemerintah, dunia pendidikan, tokoh masyarakat, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya, maka peluang Indonesia untuk melahirkan generasi unggul akan semakin besar.

Pendidikan sebagai Fondasi Persatuan dan Kemandirian Bangsa

Menanggapi tema kegiatan yang mengangkat semangat persatuan dan kemandirian bangsa dalam menghadapi tantangan global, Pdt. Amir menegaskan bahwa pendidikan merupakan sarana paling strategis untuk mewujudkan tujuan tersebut.

Ia menilai pendidikan berasrama memiliki keunggulan dalam membentuk kebersamaan, kedisiplinan, toleransi, serta kemampuan hidup bersama dalam keberagaman.

Menurutnya, pendidikan yang baik akan melahirkan individu yang memiliki rasa persatuan, semangat gotong royong, dan kemampuan untuk menghadapi perubahan zaman.

"Persatuan, kemandirian, dan kemampuan menghadapi tantangan global harus dibangun melalui pendidikan," ujarnya.

Optimistis Indonesia Mampu Menjadi Bangsa Mandiri

Dalam pandangannya, Indonesia memiliki modal yang sangat besar untuk menjadi bangsa yang mandiri dan maju.

Ia menyebut Indonesia memiliki kekayaan sumber daya alam yang melimpah, budaya gotong royong yang kuat, serta masyarakat yang terbiasa hidup dalam keberagaman.

Menurutnya, apabila semangat persatuan terus diperkuat dan kualitas pendidikan terus ditingkatkan, Indonesia tidak perlu bergantung secara berlebihan pada faktor-faktor eksternal dalam membangun masa depannya.

Namun demikian, ia mengingatkan bahwa seluruh potensi tersebut harus ditopang oleh kualitas sumber daya manusia yang unggul.

Apresiasi terhadap Model Pendidikan Al-Zaytun

Pdt. Amir memberikan apresiasi terhadap model pendidikan yang diterapkan di Al-Zaytun.

Menurutnya, salah satu keunggulan Al-Zaytun adalah kemampuannya membangun manusia secara utuh, tidak hanya dalam aspek intelektual, tetapi juga dalam aspek karakter, spiritualitas, dan kepribadian.

Ia menilai keseimbangan antara kecerdasan intelektual, emosional, dan spiritual merupakan fondasi penting dalam membentuk generasi yang siap menghadapi masa depan.

Karena itu, model pendidikan yang diterapkan Al-Zaytun dinilai dapat menjadi salah satu referensi dalam pengembangan pendidikan nasional.

Harapan untuk Al-Zaytun dan Masa Depan Indonesia

Di akhir wawancara, Pdt. Amir menyampaikan harapan agar Syaykh Panji Gumilang senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan, dan umur panjang dalam mengembangkan dunia pendidikan.

Ia juga berharap Al-Zaytun terus berkembang dan mampu melahirkan generasi-generasi penerus yang memiliki kapasitas kepemimpinan, integritas, kecerdasan, serta semangat pengabdian kepada bangsa dan negara.

Menurutnya, masa depan Indonesia sangat ditentukan oleh kualitas pendidikan yang mampu menghasilkan manusia unggul, sukses, dan berkarakter kuat.

"Pendidikan yang berkualitas adalah jalan terbaik untuk melahirkan generasi yang mampu membawa Indonesia menjadi bangsa yang maju, mandiri, dan berdaya saing," pungkasnya. (Sahil untuk Indonesia)