lognews.co.id, Jakarta – Risiko tersambar petir tidak hanya mengintai saat seseorang berada di luar ruangan. Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) mencatat sekitar sepertiga cedera akibat sambaran petir justru terjadi di dalam rumah. Muatan listrik petir yang sangat besar dapat merambat melalui benda konduktor seperti air, pipa logam, dan instalasi listrik.
Ahli meteorologi sekaligus pendiri New York Metro Weather, John Homenuk, mengingatkan ada sejumlah aktivitas di dalam rumah yang sebaiknya dihindari saat badai petir berlangsung. Aktivitas tersebut berisiko menjadi jalur rambatan listrik menuju tubuh manusia.
Beberapa kegiatan yang tidak dianjurkan saat hujan disertai petir antara lain mandi, mencuci piring, berada dekat jendela atau pintu terbuka, menyentuh peralatan elektronik yang terhubung ke listrik seperti komputer dan mesin cuci, serta menggunakan telepon kabel.
Air menjadi salah satu media penghantar listrik yang paling mudah dilalui arus. Saat seseorang mencuci piring atau mandi, tangan dan tubuh berada dalam kondisi basah serta terhubung langsung dengan aliran air. Jika petir menyambar rumah atau area sekitar, muatan listrik dapat merambat melalui pipa dan air mengalir hingga mencapai tubuh. Risiko ini lebih besar pada rumah dengan instalasi pipa logam, meski penggunaan pipa plastik tetap tidak menjamin perlindungan penuh.
CDC juga merekomendasikan agar penggunaan air mengalir ditunda hingga setidaknya 30 menit setelah kilat terakhir terlihat. Selain itu, pemasangan penangkal petir dapat membantu mengurangi risiko, namun tidak sepenuhnya menghilangkan potensi bahaya. Kesadaran untuk menunda aktivitas sederhana seperti mandi atau mencuci piring saat badai petir dinilai sebagai langkah preventif yang efektif untuk melindungi keselamatan keluarga. (Amri-untuk Indonesia)


